Belajar Langsung dengan Penutur Asing, Siswa MTsN Kota Sorong Praktik Speaking di Bandara

Sorong — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif melalui pelaksanaan study belajar praktik speaking bagi peserta didik kelas VIII A. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris, khususnya keterampilan berbicara (speaking), melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif.
Mengusung materi Asking Opinion About Indonesia with a Foreigner, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar autentik kepada peserta didik dengan berinteraksi langsung bersama penutur asing (native speaker). Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun keberanian, kelancaran berbahasa, serta kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi di tingkat global.

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 08.00 WIT hingga selesai, bertempat di Bandara Domine Eduard Osok. Sebanyak 32 peserta didik turut ambil bagian dalam kegiatan ini, didampingi oleh wali kelas, Ibu Rimayanti, serta guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Ibu Megayana.

Dalam pelaksanaannya, para siswa melakukan wawancara dan percakapan langsung dengan penumpang asing di area bandara. Interaksi ini tidak hanya menjadi sarana praktik bahasa, tetapi juga membuka ruang pembelajaran lintas budaya yang memperkaya wawasan peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan dalam bentuk video sebagai bagian dari proyek pembelajaran semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Pihak Bandara Domine Eduard Osok Sorong memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dengan menyediakan akses serta fasilitas yang memungkinkan siswa melaksanakan praktik secara aman dan tertib. Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi positif antara institusi pendidikan dan stakeholder publik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Kepala MTs Negeri Kota Sorong Ibu Sitti Nurani Gomarbobir menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam penguatan kompetensi peserta didik. “Melalui interaksi langsung dengan penutur asli, siswa tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa, tetapi juga memperluas wawasan global serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi dinamika dunia internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi pembelajaran yang terus dikembangkan oleh madrasah. “Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya mencetak generasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing,” pungkasnya

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *