Guru dan Siswa Madrasah Ambil Peran sebagai Petugas Upacara HAB ke-80 Kemenag di Aimas

Guru dan Siswa Madrasah Ambil Peran sebagai Petugas Upacara HAB ke-80 Kemenag di Aimas

Sorong — Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Papua Barat Daya yang digelar di Alun-alun Aimas, Jalan Sorong–Aimas, Malawili, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (5/1/2025), berlangsung khidmat dengan melibatkan guru dan siswa madrasah sebagai petugas upacara.

Keterlibatan tenaga pendidik dan peserta didik madrasah ini menjadi cerminan sinergi antarsatuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Berdasarkan surat resmi Panitia Pelaksana Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI Kantor Kementerian Agama se-Papua Barat Daya, susunan petugas upacara bendera ditetapkan dari berbagai madrasah di wilayah Sorong Raya.

Nurrahman, guru MTs Negeri Kota Sorong, dipercaya sebagai Perwira Upacara, sementara Risal Abidin, guru MTs Negeri Kota Sorong, bertugas sebagai Komandan Upacara. Keduanya memegang peran strategis dalam memastikan jalannya upacara berlangsung tertib, disiplin, dan sesuai tata upacara.

Adapun Pembaca UUD 1945 dipercayakan kepada Eva Syariatus S dari MTs Negeri Sorong, Pembaca Panca Prasetya Korpri oleh Ahmad dari MAN Insan Cendekia, Protokol oleh Megayana (MTs Negeri Kota Sorong), serta Dirigen oleh Hastuti (MTs Negeri Kota Sorong).

Sementara itu, Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih berasal dari Paskibraka MAN Insan Cendekia, Pembaca Doa disampaikan oleh Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sorong, Ajudan Inspektur Upacara dari Musalam Sayof guru MAN Kota Sorongp , serta Korsik oleh MB MAN Kota Sorong.

Sekretaris Panitia Pelaksana Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama se-Papua Barat Daya, Mustahid, mengatakan bahwa pelibatan guru dan siswa madrasah sebagai petugas upacara merupakan bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai kebangsaan di lingkungan Kementerian Agama.

 

“Kami melibatkan guru dan siswa madrasah agar peringatan HAB tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat nasionalisme,” ujar Mustahid.

Ia menambahkan, keterlibatan lintas satuan pendidikan tersebut juga menunjukkan kekompakan dan sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama se-Papua Barat Daya dalam menyukseskan peringatan Hari Amal Bakti ke-80.

“Momentum HAB ini menjadi penguat kebersamaan seluruh elemen Kementerian Agama untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *