Sorong — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 se-Papua Barat Daya pada Senin, 5 Januari 2025, bertempat di Alun-alun Aimas, Jalan Sorong–Aimas, Malawili, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Upacara ini diikuti oleh jajaran Kementerian Agama dari enam wilayah, yakni Kementerian Agama Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Raja Ampat.
Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama mengusung tema nasional “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ahmad Nausrau, Wakil Gubernur Papua Barat Daya membacakan Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan merupakan energi kebangsaan yang mampu melahirkan sinergi produktif di tengah keberagaman identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia.
“Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” demikian petikan sambutan Menteri Agama yang dibacakan pembina upacara.
Menteri Agama juga menekankan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdirinya merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk, dengan peran strategis menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Selama delapan dekade, Kemenag terus berkontribusi membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera.
Pada peringatan HAB ke-80 ini, Kementerian Agama meneguhkan komitmen “Kemenag Berdampak”, yaitu menghadirkan kebijakan dan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi umat melalui pesantren dan dana sosial keagamaan, serta peningkatan mutu pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan menjadi capaian penting yang terus dikembangkan.
Selain itu, Menteri Agama juga menyoroti tantangan zaman modern, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). ASN Kementerian Agama didorong untuk berperan aktif mengisi ruang digital dan AI dengan konten keagamaan yang moderat, otoritatif, sejuk, dan mencerahkan, agar teknologi menjadi alat pemersatu, bukan sumber perpecahan.
“ASN Kementerian Agama harus lincah, adaptif, terbuka terhadap inovasi, dan responsif melayani umat dengan empati dan integritas,” tegas Menteri Agama.
Melalui peringatan HAB ke-80 ini, seluruh jajaran Kementerian Agama se-Sorong Raya diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas wilayah dan lintas umat beragama demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.
“Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi dan menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” demikian pesan penutup Menteri Agama RI yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya



