MTs Negeri Kota Sorong Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru, Perkuat Etos Kerja dan Transformasi Pembelajaran Berbasis Digital

Sorong — MTs Negeri Kota Sorong menggelar Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru bertajuk “Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran, Bahan Ajar, dan Media Pembelajaran melalui Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)” pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, ini diikuti oleh 43 orang dewan guru MTs Negeri Kota Sorong sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Pelatihan yang diketuai oleh Irmawan Hadi tersebut turut dihadiri oleh Pengawas SMP Kota Sorong serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong yang diwakili oleh Pengawas Madrasah Tsanawiyah  H. Mulyono yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Kota Sorong, Siti Nurani Gomarbobir,  menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan sebuah kebutuhan yang harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik yang baik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan produktif dalam proses pembelajaran.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap Bapak dan Ibu Guru dapat meningkatkan etos kerja, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, serta mampu mengolah teknologi menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun peserta didik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir dan menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pendidikan di madrasah dapat tercapai dengan lebih baik,” ujar Siti Nurani Gomarbobir.

Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong,  H. Mulyono, dalam arahannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena berperan memanusiakan manusia menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Ia menegaskan bahwa seorang pendidik tidak boleh berhenti belajar dan harus terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Guru harus mampu mengantisipasi perkembangan zaman. Jangan sampai peserta didik selangkah lebih maju daripada gurunya dalam memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensi, memperbarui wawasan, dan mengembangkan keterampilan agar mampu mempersiapkan generasi emas Indonesia Tahun 2045,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa profesi guru merupakan bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan tanggung jawab.

“Mengajar adalah bagian dari ibadah. Pegang teguh prinsip tersebut, jangan pernah lelah mendidik dan membimbing anak-anak kita. Dari tangan para guru akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

#Humas MTs Negeri Kota Sorong

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *