Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausraus, melakukan kunjungan silaturahmi di MTs Negeri Kota Sorong pada hari kamis (10/4). Dalam kesempatan ini, Ahmad bertemu kembali dengan Ibu Sitti Nurani Gomarbobir, yang kini menjabat sebagai Kepala MTs Negeri Kota Sorong, dan merupakan guru favoritnya semasa ia belajar di MTs Negeri Fakfak pada tahun 1996 hingga 1999.
Kunjungan tersebut bukan dilakukan dalam kapasitas sebagai pejabat, melainkan sebagai seorang murid yang kembali menemui guru yang sangat berperan dalam perjalanan hidupnya. Ahmad dengan tulus menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini, “Saya datang ke sini bukan sebagai Wakil Gubernur, tetapi sebagai murid kepada guru, sebagai anak kepada orang tua. Dan kebetulan, kedua orang tua saya—guru-guru saya—ada di sini. Ini adalah keberkahan yang luar biasa,” ujarnya.
Ahmad kemudian mengenang masa sekolahnya di MTs Negeri Fakfak dari tahun 1996 hingga 1999. Salah satu sosok guru yang sangat membekas dalam ingatannya adalah Ibu Sitti Nurani Gomarbobir, yang saat itu menjadi wali kelas sekaligus guru favoritnya. Tak disangka, kini kembali bertemu di Kota Sorong.
“Ibu Sitti adalah guru favorit saya. Alhamdulillah, Allah takdirkan beliau lebih dulu ke Sorong, lalu saya menyusul kemudian. Saya tidak menyangka bisa bertugas di kota yang sama. Ini bukan kebetulan, ini karunia dari Allah,” ungkap Ahmad Nausraus.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Sitti Nurani Gomarbobir, yang tak menyangka bisa kembali bertemu dengan salah satu muridnya. Dalam pernyataannya, Ibu Sitti menyampaikan:
“Sebagai guru, kebahagiaan yang paling besar bukan hanya melihat murid berhasil secara jabatan, tetapi ketika mereka tetap menghargai dan mengenang kita sebagai bagian penting dalam hidupnya. Ahmad adalah salah satu murid yang selalu saya ingat. Beliau sopan, santun, dan memiliki karakter yang kuat sejak dulu. Hari ini, saya tidak hanya merasa bangga sebagai gurunya, tapi juga terharu karena Allah pertemukan kami kembali dalam tugas yang berbeda, tapi di kota yang sama yaitu Kota Sorong. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa. Saya berharap beliau tetap menjadi pemimpin yang rendah hati, dekat dengan rakyat, dan terus membawa nilai-nilai kebaikan dalam setiap kebijakannya.”
Ahmad juga membuka ruang untuk komunikasi antara dunia pendidikan dan pemerintahan, menyatakan bahwa dirinya siap mendengarkan dan menjembatani jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan. “Jangan sungkan untuk berkabar. Di sini ada guru saya, ada orang tua saya. Tidak ada masalah yang tidak bisa dicari solusinya kalau kita saling terbuka dan saling memahami,” tutupnya